naudzu billahi min zalik.
Selasa, 31 Januari 2012
Hukum Merayakan Hari Valentine buat Umat Islam
Posted by Annisa Mustar at 3:27 PM
“Hukum Merayakan Hari Valentine buat Umat Islam” ketegori Muslim.
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Langsung saja pertanyaan saya Ustadz, bagaimana hukum merayakan hari Valentine dalam pandangan syariah Islam? Mohon dijelaskan hakikat dan sejarahnya. Mohon dijelaskan, terima kasih
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nurahini Hendrawati
Jawaban
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh
Boleh
jadi tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang
ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di
berbagai belahan bumi. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.
Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasan valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun.
Perayaan Valentine’s Say adalah Bagian dari Syiar Agama Nasrani
Valentine’s Day menurut literatur ilmiyah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani.
Bahkan
kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal ari upacara ritual
agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan
upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu
secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day.
The
Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan
penjelasan sebagai berikut: “Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran
Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini
menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari .
Keterangan
seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya
bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan
kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama
Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi
kuno. Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan
ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani
ataupun agama paganis dari Romawi kuno.
Katakanlah: Hai orang-orang
kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan
penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah
apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah menjadi penyembah Tuhan yang
Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.
Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine
ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama. Fatwa Majelis Ulama
Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal
masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada
fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.
Mengingat
bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan
masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan
hari besar agama lain.
Valentine Berasal dari Budaya Syirik.
Ken Swiger dalam artikelnya “Should Biblical Christians Observe It?” mengatakan, “Kata “Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti, “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa”. Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi”.
Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, berarti sama dengan kita meminta orang
menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan
yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya
pemujaan kepada berhala. Icon si “Cupid ” itu adalah putra Nimrod “the
hunter” dewa matahari.
Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan
sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri.
Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan
adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa
Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus
ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.
Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka,
naudzu billahi min zalik.
Semangat valentine adalah Semangat Berzina
Perayaan Valentine’s
Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau
di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi
sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan
hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas
muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan,
bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua
dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.
Dalam semangat hari Valentine
itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan
larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan,
berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di
kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah
ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.
Bahkan tidak sedikit para orang
tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling
melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya
semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.
Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.
Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?
Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang
barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang.
Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi
undang-undang.
Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk
menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di
barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah SWT berfirman
tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar
mendekatinya pun diharamkan.
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sumber Hukum Merayakan Hari Valentine buat Umat Islam : http://assunnah.or.id
Nyeker di Bijak, Islam Itu Indah, Motivation
Senin, 30 Januari 2012
Sebuah kisah teladan dari negeri China
Posted by Annisa Mustar at 1:14 PMDi Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.
Saking jarangnya seorang anak yang berbuat
demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa
yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi
penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu
dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar
biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27Januari 2006
Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan
secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaankepada
10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.
Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murahuntuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini.
Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.
Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikianungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.
ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, iamembeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikaninjeksi/suntikan kepada pasiennya.
Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, makaZhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.
Aku Mau Mama Kembali
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da,Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir.
Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawabapa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.
Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya puntidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukupuntuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak mintasebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan ygistimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya.
Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan….BANGKITLAH! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.
Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murahuntuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini.
Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.
Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikianungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.
ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, iamembeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.
Zhang Da menyuntik sendiri papanya.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikaninjeksi/suntikan kepada pasiennya.
Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, makaZhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.
Aku Mau Mama Kembali
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da,Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir.
Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawabapa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!” demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.
Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya puntidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukupuntuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak mintasebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.
Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini. Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan ygistimewa untuk menjalani ujian di dunia. Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya…ditiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Tuhan tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya.
Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan….BANGKITLAH! karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.
Nyeker di Kumpulan Cerpen, Motivation, sinopsis novel
Tuhan, Maaf, Kami Sedang Sibuk
Posted by Annisa Mustar at 10:51 AM
Pengen banget baca ini buku tapi belom kesampean
Hemmpp mesti menyisihkan uang jajan dulu ni bulan.
Hemmpp mesti menyisihkan uang jajan dulu ni bulan.
Let's check synopsisnya guys
Tuhan, harap maklumi kami, manusia-manusia yang begitu banyak kegiatan. Kami benar-benar sibuk, sehingga kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk-Mu.
Tuhan, kami sangat sibuk. Jangankan berjamaah, bahkan munfarid pun kami tunda-tunda. Jangankan rawatib, zikir, berdoa, tahajud, bahkan kewajiban-Mu yang lima waktu saja sudah sangat memberatkan kami. Jangankan puasa Senin-Kamis, jangankan ayyaamul baith, jangankan
puasa nabi Daud, bahkan puasa Ramadhan saja kami sering mengeluh.
Tuhan, maafkan kami, kebutuhan kami di dunia ini masih sangatlah banyak,
sehingga kami sangat kesulitan menyisihkan sebagian harta untuk bekal
kami di alam abadi-Mu. Jangankah sedekah, jangankan jariyah, bahkan mengeluarkan zakat yang wajib saja seringkali terlupa.
Tuhan, urusan-urusan dunia kami masih amatlah banyak. Jadwal kami masih
amatlah padat. Kami amat kesulitan menyempatkan waktu untuk mencari
bekal menghadap-Mu. Kami masih belum bisa meluangkan waktu untuk khusyuk dalam rukuk,
menyungkur sujud, menangis, mengiba, berdoa, dan mendekatkan jiwa
sedekat mungkin dengan-Mu.
Tuhan, tolong, jangan dulu Engkau menyuruh Izrail untuk mengambil nyawa kami. Karena kami masih terlalu sibuk.
***
Buku ini disusun dengan klasifikasi berdasarkan wilayah kehidupan
yang hendak dieksplorasi oleh penulis. Diawali dengan bagian Menata Hati
Membenahi Nurani, Anda akan diajak untuk bercengkerama tentang
pemaknaan tauhid, takdir, sufi, serta beberapa tema yang menyentuh
wilayah jiwa.
Bahasan dilanjutkan dengan tema Baitii Jannatii yang mengeksplorasi
trik dan tips Islam untuk menggapai kesuksesan dalam wilayah keluarga.
Bagian ketiga Memancarkan Cahaya Surga di Tempat Kerja, Anda akan diajak
memaknai ulang seluruh aktivitas pekerjaan kita sebagai media
penghambaan diri kepada Sang Pencipta.
Buku ini ditutup dengan bagian Memperkokoh Semangat dan Visi Hidup
yang memotivasi muslim untuk meraih empat tangga kesuksesan. Buku ini
tidak hanya menjadi media perenungan untuk memasuki wilayah sakral dalam
lubuk sanubari kita, namun juga memberi pancaran inspirasi, ilmu, serta
semangat yang menggugah dan mencerdaskan.
Nyeker di sinopsis novel
Minggu, 29 Januari 2012
Teknik Baru untuk Penanganan Kanker Paru Telah Di Ketemukan
Posted by Annisa Mustar at 7:22 PM
Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang susah disembuhkan.
Kini sebuah teknik baru yang sederhana bisa membantu meningkatkan
diagnosis dan pilihan perawatan bagi pasien Kanker paru.
Teknik ini melibatkan perhitungan jumlah sel tumor dalam sampel darah yang diambil sebelum dan sesudah pasien melakukan kemoterapi.
Dengan teknik ini memungkinkan bagi dokter untuk mengetahui seberapa baik respons pasien terhadap pengobatan yang diberikan.
Selain itu juga mencerminkan peningkatan dalam menentukan tes diagnosis yang saat ini masih berupa invasif dan hanya dapat dilakukan sekali.
Selama ini untuk menentukan diagnosis kanker paru melalui satu prosedur yang disebut dengan bronchoscopy, yaitu mengambil sampel jaringan dari saluran udara dengan menggunakan jarum.
"Kanker paru-paru adalah penyebab kematian utama akibat kanker di Inggris dan kami sangat membutuhkan pengobatan yang baru untuk penyakit ini," ujar Dr Lesley Walker, direktur informasi dari Cancer Research UK, seperti dikutip dari Telegraph,
Dr Walker menuturkan hal yang baru dan menarik dari teknik ini adalah dapat mendeteksi serta menghitung sel-sel tumor yang beredar melalui darah sehingga menunjukkan adanya kemajuan dalam penanganan penyakit ini.
Dalam laporan yang baru dipublikasikan Journal of Clinical Oncology, peneliti menjelaskan bagaimana mempelajari jumlah sel tumor yang beredar (circulating tumour cells/CTCs) pada 101 pasien kanker paru sebelum dan setelah melakukan satu siklus kemoterapi.
Tim peneliti percaya bahwa dengan menghitung CTCs maka dokter bisa memonitor seberapa baik pasien merespons kemoterapi yang dilakukan. Jika diketahui jumlah selnya meningkat maka akan diberikan perawatan berbeda yang mungkin bisa merespons lebih baik.
"Penelitian kami menunjukkan cara baru untuk memantau bagaimana respons dari pengobatan dan menentukan seberapa agresif hal tersebut. Sekarang kita perlu mengujinya dalam skala besar dan jika sudah dikonfirmasi hasilnya maka bisa menjadi potensi perawatan dan pengobatan penyakit ini dengan menyesuaikan pada kondisi pasien," ujar Dr Fiona Blackhall, penulis studi dan dokter kanker paru di The Christie Cancer Centre, Manchester.
Diharapkan dengan mengembangkan teknik sederhana ini bisa menjadi terobosan masa depan dalam memahami bagaimana penyakit kanker paru-paru berkembang, hal ini karena melibatkan jumlah dari sel tumor yang ada di dalam tubuh pasien.
Teknik ini melibatkan perhitungan jumlah sel tumor dalam sampel darah yang diambil sebelum dan sesudah pasien melakukan kemoterapi.
Dengan teknik ini memungkinkan bagi dokter untuk mengetahui seberapa baik respons pasien terhadap pengobatan yang diberikan.
Selain itu juga mencerminkan peningkatan dalam menentukan tes diagnosis yang saat ini masih berupa invasif dan hanya dapat dilakukan sekali.
Selama ini untuk menentukan diagnosis kanker paru melalui satu prosedur yang disebut dengan bronchoscopy, yaitu mengambil sampel jaringan dari saluran udara dengan menggunakan jarum.
"Kanker paru-paru adalah penyebab kematian utama akibat kanker di Inggris dan kami sangat membutuhkan pengobatan yang baru untuk penyakit ini," ujar Dr Lesley Walker, direktur informasi dari Cancer Research UK, seperti dikutip dari Telegraph,
Dr Walker menuturkan hal yang baru dan menarik dari teknik ini adalah dapat mendeteksi serta menghitung sel-sel tumor yang beredar melalui darah sehingga menunjukkan adanya kemajuan dalam penanganan penyakit ini.
Dalam laporan yang baru dipublikasikan Journal of Clinical Oncology, peneliti menjelaskan bagaimana mempelajari jumlah sel tumor yang beredar (circulating tumour cells/CTCs) pada 101 pasien kanker paru sebelum dan setelah melakukan satu siklus kemoterapi.
Tim peneliti percaya bahwa dengan menghitung CTCs maka dokter bisa memonitor seberapa baik pasien merespons kemoterapi yang dilakukan. Jika diketahui jumlah selnya meningkat maka akan diberikan perawatan berbeda yang mungkin bisa merespons lebih baik.
"Penelitian kami menunjukkan cara baru untuk memantau bagaimana respons dari pengobatan dan menentukan seberapa agresif hal tersebut. Sekarang kita perlu mengujinya dalam skala besar dan jika sudah dikonfirmasi hasilnya maka bisa menjadi potensi perawatan dan pengobatan penyakit ini dengan menyesuaikan pada kondisi pasien," ujar Dr Fiona Blackhall, penulis studi dan dokter kanker paru di The Christie Cancer Centre, Manchester.
Diharapkan dengan mengembangkan teknik sederhana ini bisa menjadi terobosan masa depan dalam memahami bagaimana penyakit kanker paru-paru berkembang, hal ini karena melibatkan jumlah dari sel tumor yang ada di dalam tubuh pasien.
Nyeker di Healty
Fakta Berbahaya di Balik Kenikmatan Softdrink
Posted by Annisa Mustar at 10:43 AM
Udah lama nih gak nengok buku catatan maya ane...
kangen juga jadinya hehehehe...
kali ini gua mau posting tentang "FAKTA BERBAHAYA DI BALIK KENIKMATAN SOFTDRINK"
Hayooo kalian pasti pada doyan kan minum yg namanya softdrink ;) apa lagi gua, setiap hunting makanan mulai dari emperan jalanan sampe resto selalu mesen softdrink atau kalo gak cappocino *gak baik buat orang yg mengindap penyakit lambung like me :(
nah sekarang w udah mulai menyadari kalo w sendiri yang mengundang penyakit ke dalam tubuh w. dan mulai sekarang w harus menghindari si minuman sampah yang manis itu hiks hiks hiks :'( tapi kalo sekali-kali gak papa kali yak hehehehe ;)
w bakal berusaha supaya tubuh w gak di rusak sama "it" ! yuhuuu semangat ><
itu cerita ku bagaimana dengan kalian ?
masih ingin mengkonsumsi minuman sampah atau berubah ?
Sebagian besar orang mengira softdrink itu minuman yang menyegarkan, manis nan nikmat tapi tahuhkah kalian guys ternyata eeh ternyata di balik kenikmatan itu tersembunyi fakta bahwa softdrink itu tidak lebih dari "minuman sampah" pada hal harganya lebih mahal dari air mineral yang menyehatkan...
ok deh gak usah lama-lama simak aja sebagian kecil dari bahaya softdrink si minuman sampah... cekiiiiddoooootttt
Softdrink
atau minuman ringan bersoda, memang enak dan terasa segar apalagi kalau
dingin. Hanya saja dibalik kesegaran yang ditawarkannya minuman ini
sangat berisiko.
Softdrink mengandung zat pewarna buatan, berbau kimia
karbonat, asam fosfat, pemanis, bahan pengawet dan kafein. Kandungan
gulanya rata-rata sebesar 8-12 sendok teh, jumlah yang sangat berbahaya
bagi kesehatan.
Agar tidak penasaran dan bisa menjaga kesehatan sejak sekarang, berikut fakta-fakta tersembunyi dari kenikmatan sebotol Softdrink:
1. Menguras kadar air dalam tubuh.
Softdrink seperti diuretik yang malah menghisap kadar air didalam tubuh. Pemrosesan gula tingkat tinggi dalam softdrink dapat diatasi dengan cara meminum 8-12 gelas air untuk setiap botol softdrink yang diminum.
2. Tidak bisa menghilangkan rasa haus
Ini disebabkan softdrink bukanlah air yang diperlukan oleh
tubuh. Dengan tetap tidak memasok air ke dalam tubuh kita terus -
menerus akan menyebabkan dehidrasi seluler kronis, sebuah kondisi yang
melemahkan tubuh pada tingkat serius.
3. Menghancurkan mineral penting dalam tubuh
Softdrink terbuat dari air murni yang juga dapat
menghancurkan mineral penting dalam tubuh. Kekurangan mineral yang
serius dapat menyebabkan penyakit jantung (kekurangan magnesium),
osteoporosis (kekurangan kalsium) dan banyak lagi.
4. Dapat membersihkan karat
Softdrink bisa membersihkan karat pada bumper mobil dan
benda logam lainnya. Bayangkan apa yang akan terjadi pada fungsi
pencernaan dan organ tubuh lainnya.
5. Mempengaruhi pencernaan.
Kafein dan jumlah gula yang tinggi dapat menghentikan proses pencernaan. Ini artinya metabolisme dalam tubuh bisa terhambat.
Kafein dan jumlah gula yang tinggi dapat menghentikan proses pencernaan. Ini artinya metabolisme dalam tubuh bisa terhambat.
Nyeker di Healty
Sabtu, 28 Januari 2012
Sitenightan Sendiri
Posted by Annisa Mustar at 8:05 PMyupppsss ini hari sabtu guys !
Enjoy's day :D LOL
Hari ini gak ada jadwal manggung dan syuting *yuukk mariiii yg pengen muntah silahkan, hehehe Setiap sitenight w pusing sendiri mau habisin waktu di mana dan dengan siapa. Biasanya sih jalan ama temen-temen, pacar *lagi menikmati masa jomlo atau keluarga ke mana aja yang penting enjoy dan halal tentunya. Ngajak ini ngajak itu pada gak mau kata banyak urusan a.k.k ngedate ama pacar. Yaelaaahh biasanya juga sitenightan ama w...
Tadinya sih mau ngeram di rumah aja istirahat, main game dan jotos-jotosan lagi sama adek w yang paling tengil tapi niat itu w urungin habis suntuk di rumah NO GAME baybe ! Si tengil juga kabur ke net. Akhirnya w sitenightan sendiri
Tujuannya gak jauh-jauh kok cukup di mall andalan aja "Mall Ratu Indah" hahaha habis itu mall paling dekat dari rumah w sih.
Tujuannya gak jauh-jauh kok cukup di mall andalan aja "Mall Ratu Indah" hahaha habis itu mall paling dekat dari rumah w sih.
7.15 PM
Cepet-cepet w ambil baju di lemari. Baju ungu, bando ungu , gelang ungu, tempat handphone ungu, celana hitam, tas cokelat *untung dari atas sampe bawa gak ungu semua kalo gak bisa di cap "janda kesepian" dah >< huehehehe
WOW janda muda niee cuit cuit 
WOW janda muda niee cuit cuit 
Setelah melawati gunung, lembah dan lautan akhirnya sampe juga ke tempat tujuan... yepppyyyy :D
Naik kelantai tiga gak nahan liat aksesoris blink blink warna warni nan kyuuuttt akhirnya w sikat dah 14 item hehehe itung-itung nambah koleksi pernak-pernik w yang sebenarnya jarang di pake. My mom always said "mau diapain semua itu, jarang di pake ngabisin uang aja mending di tabung". Yah begitulah w shopaholic tingkat menengah belum over kok ;)
Waktu gak terasa banget kalau ada di tempat gerai pernak-pernik, hampir 1 jam milih-milih itu pun belom puas, hehehe... sebelum pulang w sempatin ke gramed *dunia paling menyenangkan sebenarnya cuma mau update invo novel-novel terbaru aja sambil baca-baca eeehhh malah ngiler liat novel "If I Stay" dan "Kisah-kisah Paling Mengharukan di Dunia" gak nahan jadi hunting lagi deh *kocciuangtabunganhueheehehe kalo w di sini terus lama-lama jadi pengen beli toko sekalian buku-buku yang di kandungnya
caaabuuutttttt akh
caaabuuutttttt akhPergi sendiri pulang juga sendir

Nyeker di My Stories
Novel Baru Asik Asik Asik
Posted by Annisa Mustar at 10:23 AM
Ini nih hasil rampokan w di gramed eehh maksudnya hasil kocci uang tabungan (ngorek uang tabungan) huehehehehe.... 

kita intip sinopsisnya yuuukkk
Di pagi hari ketika salju turun dengan lebatnya mobil yang ditumpangi
keluarga Mia dalam perjalanan menjenguk kakek neneknya mengalami
kecelakaan. Orang tuanya tewas dan Mia mengalami koma.
Mia keluar dari tubuhnya dan melihat kejadian usaha penyelamatan
dirinya, ketika sanak famili dan temannya mengunjunginya di rumah sakit,
usaha kekasih dan temannya menyelusup masuk ke ruang ICU karena mereka
tidak diijinkan menjenguk. Kisah ini juga menampilkan kilas balik
hubungan Mia dengan ayah ibunya yang pernah menjadi musisi rock,
hubungan dengan kekasihnya Adam, yang juga beraliran musik rock, juga
hubungannya dengan temannya Kim.
Mia, meskipun sudah mendengar musik rock sejak kecil, tetapi ia
justru tertarik dengan musik klasik. Ia adalah pemain cello yang serius.
Diceritakan pula pengalamannya mengikuti music camp. Musik dalam
keluarga Mia menjadi semacam cara untuk berkomunikasi. Beraliran lain
dari orang tuanya bukan berarti ia dicemooh, tetapi ayah ibu justru
mendorong dan memfalisilitasi kesukaannya itu. Hubungan keluarga yang
saling mendukung terekam dengan manis di sini.
Hubungannya dengan Adam yang bintang sekolah sempat membuat Mia yang
rendah diri merasa salah pilih, tetapi Adam yang jatuh cinta karena
melihatnya bermusik seakan seluruh jiwanya tumpah di permainan cellonya
itu, mampu membangkitkan semangat Mia. Hubungan Mia dengan sahabatnya
Kim, yang Yahudi menggambarkan persahabatan erat tanpa memandang asal
usul.
Novel ini juga
menekankan bahwa sebuah kejadian tak terduga dapat merubah kehidupan
yang normal menjadi sebuah tragedi.
Begitu banyak kejadian terjadi dalam rentang
kehidupan ini, pada diri kita, orang lain, dan alam raya ini. Ada yang
menyenangkan, banyak pula yang mengharukan…. Tugas penting kita adalah
mengambil HIKMAH dan menjadikannya pemicu untuk lebih baik lagi.
“Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yang diberikannya pada kita. Namun kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga), khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita musti berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.”
(Simak Kisahnya dalam Gadis Kecil dan Semangkuk Bakmi Panas)
“Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya. Sewaktu dia sehat, dia dengan sabar merawat saya, mencintai saya, dengan hati dan batinnya, bukan hanya dengan mata. Dan dia memberi saya empat orang anak yang lucu-lucu. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Dia sehat pun belum tentu saya mencari penggantinya, apalagi saat dia sakit.”
(Simak Kisahnya dalam Mencintai Tanpa Syarat)
Dan masih banyak kisah mengharukan lainnya, yang dapat Anda nikmati dalam buku ini sebagai pelajaran yang sangat berharga….
Nyeker di My Stories, Resensi, sinopsis novel
Selasa, 17 Januari 2012
Sekedar Kagum ! Tidak Lebih
Posted by Annisa Mustar at 1:13 PM
Kalian masi ingat anak IPDN yang w kagumi gak ?
Itu loh yang badannya sispek, tinggi besar, kulit sawo mateng akibat keseringan push up di lapangan yang di banjiri sinar matahari, berlesung pipit di kanan, kepalanya botak *bacabukanbotakkinclong
dan tentunya ramah dan gak sombong.
dan tentunya ramah dan gak sombong.
Saya kagum dengan kerja kerasnya untuk nembus benteng kampus IPDN yang kokoh dan keras *bukanbantengcuycumaistilah. Berawal dari tereliminasinya di setiap perguruan tinggi negeri dia sudah mengalami penyakit "down" atau sebut saja "putus asa". Tapi dalam bergilirnya waktu perlahan-lahan dia mulai bangkit dan belajar keras sampe otaknya keram demi menjadi salah satu mahasiswa di kampus IPDN dan masi panjang deh ceritanya...
Lanjut !
Guys hari ini dia dateng lagi buat print tugas kampusnya..
Yeeeyyy
Gak tau deh tugas apaan habis gak perhatiin, yang w perhatiin hanya sampul tugasnya di mana di situ tertera nama nya. Yups akhirnya w tau namanya
seneng deh *alahhh lebee :P hehehe
Guys hari ini dia dateng lagi buat print tugas kampusnya..
Yeeeyyy Gak tau deh tugas apaan habis gak perhatiin, yang w perhatiin hanya sampul tugasnya di mana di situ tertera nama nya. Yups akhirnya w tau namanya
seneng deh *alahhh lebee :P heheheBerinisial "W" dan berbumbu unsur jawa. Secara dia berasal dari Tangerang dan sepertinya asli jawa, bukan gado-gado kayak w, hehehe...
Iseng-iseng w search di fb dengan nama yang tertera pada sampul tugasnya setelah orangnya sudah caooo pastinya.. ada beberapa orang yang punya nama akun yang sama tapi cuma ada satu akun yang profil picturenya make seragam IPDN. Setelah w telusuri profilnya ternyata bener itu akun dia. Tapi w gak berani request pertemanan ke dia, selain gak terlalu kenal dan juga gak mau jadi orang yang sok kenal
Dari info w dapet link (website, blog, tumblr dan semacamnya). W telusuri blognya dan ternyata eehh ternyata w dapet fakta bahwa dia orangnya ternyata narsis booo
. Weleh weleehh w pikir dia orangnya pendiem, bijaksana, rajin menabung dan gak suka nodong ternyata sebagian salah kaprah heheheh... dapat pelajaran lagi "jangan menilai orang terlalu cepat dan jangan menilai orang dari tampilannya" !
. Weleh weleehh w pikir dia orangnya pendiem, bijaksana, rajin menabung dan gak suka nodong ternyata sebagian salah kaprah heheheh... dapat pelajaran lagi "jangan menilai orang terlalu cepat dan jangan menilai orang dari tampilannya" !Nyeker di My Stories
Jumat, 30 Desember 2011
Faktor yang Mempengaruhi Kerontokan Pada Rambut
Posted by Annisa Mustar at 10:30 AM

Postingan kali ini kami akan membahas cara bagaimana agar rambut tidak rontok lagi. Rambut rontok pada umumnya akan mengalami mereka yang terlalu banyak berfikir (stress), keturunan, hormon yang tidak seimbang, kulit kepala yang kurang sehat, anemia, Penggunaan bahan kimia berlebihan sampai pada ibu hamil sekalipun. Namun walaupun begitu kita dapat mengatasinya sejak dini sebelum kebotakan menghampiri anda. Banyak yang berkata bahwa keboptakan bisa diatasi dengan sering mencuci rambut (bershampo) namun demikian hal tersebut tidak manjur juga untuk mengatasi problem kita masalah kerontokan.
Untuk itu disini kami akan bahas bagaimana cara merawat rambut
agar rambut tetap terjaga supaya tidak terjadi kerontokan pada rambut
kita. Berikut beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk perawatan
rambut anda sendiri di rumah.
Stress
Usahakan bagi anda yang memiliki problem tentang rambut rontok
hindari stres atau kurang tidur yang akan berdampak buruk bagi kesehatan
rambut anda. sebab jika tingkat stres yang berlebihan akan menyebabkan
folikel rambut “tertidur” atau terserang oleh sel darah putih. Untuk
penanganannya sebaiknya lakukan relaksasi/refresing untuk menghilangkan
rasa penat keseharian anda selain itu anda juga dapat latihan terapi
dengan yoga meditasi atau hal yang lainnya yang menuirut anda baik untuk
kondisi anda tersebut. Hindari juga tidur yang berlarut-larut apalagi
sampai menjelang pagi sebab akan menambah kepenatan dalam fikiran anda.
Keturunan
Bagi anda yang mengalami kerontokan karena keturunan atau genetik
sebaiknya jangan kecil hati terlebih dahulu mungkin ada solusi yang
dapat anda ambil untuk mengatasi kerontokan tersebut. Mungkin dfengan
cara mengganti produk shampo anda yang sesuai dengan keadaan rambut anda
tersebut upayakan pilihlah produk jangan bergantung oleh mahalnya namun
kemampuannya dan kecocokannya pada rambut dan kulit kepala anda. Anda
juga dapat menggunakan kondisioner setelah anda menggunakan shampo, hal
ini diupayakan agar rambut anda mendapatkan nutrisi dari luar. Selain
itu berikanlah nutrisi dari dalam juga seperti dengan mengkonsumsi
buah-buahan serta sayuran.
Hormon
Untuk masalah hormon sebetulnya saya juga belum banyak tahu namun
mungkin hal ini disebabkan dari kondisi tubuh anda hormon yang tidak
setabil akan berakibat pada kekuatan rambut anda. Upayakan hiduplah
dengan pola hidup yang sehat usahakan makan-makanan yang baik untuk
kesehatan rambut anda dengan mengandung zink, zat besi, asam lemak,
omega 6 dan lain sebagainya. Hindari atau hilangkan juga lebiasaan buruk
seperti merokok atau hal-hal yang lainnya yang dapat berdampak buruk
bagi kesehatan anda terutama kesehatan rambut anda. Ketidakseimbangan
hormon bisa menaikkan level zat kimia bernama DHT yang menyerang folikel
rambut. Obat-obatan untuk mengatasi kedua kondisi ini bisa
menyeimbangkan kembali hormon tiroid Anda.
Kulit kepala tidak sehat
Bagi anda yang memiliki masalah kerontokan akibat kulit kepala yang
kurang sehat sebaiknya tangani terlebih dahulu penyebabnya, sebab dari
penyebab tersebut yang mengakibatkan kerontokan pada rambut anda.
Upayakan berfokuslah terlebih dahulu akan kesehatan kuli kepala anda.
Anemia
Rambut rontok karena anemia bisa terjadi akibat kekurangan zat besi
pada sel darah merah. Zat besi diperlukan untuk kesehatan folikel
rambut. Cara menanganinya; padukan suplemen zat besi dengan vitamin C.
Vitamin C membantu penyerapan zat besi, dengan cara murah dan efektif.
Penggunaan bahan kimia
Obat-obatan keras, seperti antidepresan, diuretik, dan pil Rx
memiliki efek samping kerontokan rambut. Cara mengatasinya, cobalah
bicarakan dengan dokter Anda, apakah mungkin untuk menurunkan dosis
obat-obatan tersebut. Atau jika memungkinkan untuk mengganti obat-obatan
tersebut dengan pengobatan alternatif.
Kehamilan & menyusui
Bagi ibu hamil atau yang sedang menyusui biasanya akan mengalami
kerontokan pada rambutnya yang diakibatkan dari dampak stres dan
kekurangan nutrisi. Bebrapa cara mengatasi kerontokan rambut diantaranya
melakukan perawatan yang extra, mengurangi stress, memastikan asupan
nutrisi yang cukup Dan saat masa menyusui usai Anda dapat melakukan
terapi perbaikan keseimbangan hormon jika masalah kerontokan masih
berkepanjangan.
Nyeker di Healty
Obat Herbal Tradisional untuk Menyegarkan Rambut dan Mencegah Rambut Rontok
Posted by Annisa Mustar at 10:16 AM
Gangguan
yang terjadi pada rambut rambut tidak terlepas dari nutrisi, perawatan,
dan kesehatan. Rambut rontok disebabkan diantaranya oleh berhentinya
kelenjar rambut memproduksi rambut, penyakit tertentu, luka bakar di
kepala, tifus, stress, dan lain-lain.
Pengobatan (Pilih salah satu ramuan obat tradisional di bawah ini):
Ramuan Obat Herbal Tradisional 1 :
Air teh kental didiamkan selama semalam
Pemakaian
: Gunakan keesokkan harinya untuk membasahi kulit kepala sambil dipijat
secara merata dan biarkan beberapa saat, lalu bilas. Lakukan secara
teratur 3 kali seminggu.
Ramuan Obat Herbal Tradisional 2 :
Ambil
kemiri secukupnya, lalu cuci hingga bersih, setelah itu kemiri ditumbuk
hingga halus. Tambahkan air secukupnya kemudian direbus hingga keluar
minyaknya.
Pemakaian : Oleskan minyak kemiri pada kulit kepala hingga merata. Setelah agak kering, lakukan secara teratur 2 kali seminggu.
Ramuan Obat Herbal Tradisional 3 :
1
buah jeruk nipis diambil airnya, oleskan air jeruk nipis tersebut pada
kulit kepala hingga merata. Setelah agak kering, oleskan juga kuning
telur ayam pada kulit kepala hingga merata. Kepala dibalut dengan handuk
selama semalam. Keesokan harinya dikeramas hingga bersih.
Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari.
Ramuan Obat Herbal Tradisional 4 :
Rendam Cabai rawit secukupnya d dengan alkohol 75 % selama 14 hari, airnya dioleskan pada kulit kepala. Lakukan setiap hari.
Pemakaian : secara teratur 2 kali sehari.
Ramuan Obat Herbal Tradisional 5 :
Seledri beserta tangkai secukupnya, dicuci bersih, lalu haluskan.
Pemakaian : Oleskan ke kulit kepala sambil dipijat-pijat. Lakukan setiap hari
Ramuan Obat Herbal Tradisional 6 :
Daun pare segar secukupnya dicuci bersih , haluskan, lalu peras.
Pemakaian : Gunakan airnya untuk keramas dan biarkan selama 30 menit, lalu bilas hingga bersih.
Ramuan Obat Herbal Tradisional 7 :
Kupas daun lidah buaya
Pemakaian
: Gosokkan di kepala sampai merata dan biarkan selama beberapa jam,
lalu bilas hingga bersih. Lakukan secara teratur 3 kali seminggu.
Ramuan Obat Herbal Tradisional 8 :
Siapkan
10 lembar daun waru muda yang segar, segenggam daun urang-aring, 5
lembar daun mangkokan, 1 lembar daun pandan, 10 kuntum bunga melati, dan
1 kuntum bunga mawar. Setelah disiapkan cuci bersih bahan,
potong-potong, masukkan ke dalam panci, tambahkan ½ cangkir minyak
kelapa dan ½ cangkir minyak wijen, lalu panaskan sampai mendidih.
Setelah dingin, saring.
Pemakaian
: Oleskan di kulit kepala sambil dipijit-pijit. Lakukan pada malam hari
sebelum tidur dan esok paginya rambut dikeramas. Lakukan 2-3 kali
seminggu.
Ramuan Obat Herbal Tradisional 9 :
Diamkan air teh kental selama semalam
Pemakaian
: Gunakan keesokan harinya untuk membasahi kulit kepala sambil dipijat
secara merata dan biarkan beberapa saat, lalu bilas. Lakukan secara
teratur 3 kali seminggu.
Nyeker di Healty
Kamis, 29 Desember 2011
Kupu-Kupu Tidur
Posted by Annisa Mustar at 5:27 PMCerpen Wawan Setiawan
Kupu-kupu itu bersayap kuning, terbang ke sana kemari di tanah samping. Coba lihat, ia sedang mencari sesuatu, di balik daun bunga sepatu. O, ternyata benar, ia sedang menitipkan telurnya. Nanti telur-telur itu jadi ulat. Ulat-ulat itu merayap dari daun ke daun. Memangsa daun-daun itu, nyaem nyaem nyaem, ia besar, gemuk, lalu masuk ke kepompong. Nah sudah. Coba lihat, dari satu ujung lubang kepompong, lepaslah seekor kupu-kupu, warnanya kuning, seperti induknya.
Aku mengimajikan proses itu. Sebuah proses alami. Alam telah menyediakan segala sesuatunya, agar semuanya dapat berproses, tentu secara alami pula. Kupu-kupu kuning tadi telah pergi, ke halaman rumah tetangga. Di samping rumah ada sirsak, pisang, mangga, dan pepaya. Ada juga bluntas dan gambas. Di bawah pohon dan perdu itu, sedikit menghampar rumput hijau, halus, enak di kaki. Di halaman depan, sama, ada rumput hijau. Di atasnya, ada pepaya, alamanda, cemara pipih, dan melati. Tanaman itu mengisi hari-hariku, ya di tengah-tengah alam semesta yang besar dan "tenang" ini, aku ditimpa keraguan, kebimbangan.
"Hesti, aku sudah mempertaruhkan hidupku, tapi jalan hidup ternyata lain. Aku tak sanggup lagi mampir di rumah kita, yang konon bertabur bintang berjuta. Berbulan bundar, persis harapanku. Tapi bulan dan bintang di rumah kita adalah milikmu. Aku ditakdirkan tidak memilikinya."
Itu ucapan Sapto. Lelaki itu kemudian tak lagi kembali. Sapto telah pergi, lenyap ditelan kebiruan gunung. Sapto mengembara dari gunung ke gunung yang konon wilayah warisan nenek moyangnya.
"Ya, Sapto, bila itu jalan hidupmu, pilihanmu, setialah pada janjimu, pada dirimu. Aku tak kuasa. Jalan hidup kita memang beda. Memang telah kuserahkan diriku padamu, tapi tampaknya tak dapat penuh. Kuserahkan diriku hanya separuh, dan kau menerimanya juga dengan separuh dirimu. Kita sama-sama mengerti. Dan akhirnya memaklumi. Di tengah alam semesta yang besar ini, aku akhirnya sendiri. Bapak ibuku sudah pergi. Adik satu-satuku sudah dibawa suami. Di rumah ini, bagai seorang paranormal, aku merajut masa depan yang gambar-gambarnya samar-samar."
Tak kusadari air mata menetes, tak banyak, hanya satu dua. Tapi itu sudah cukup. Keterharuanku pada jalan hidupku membuatku mengerti, bahwa setiap orang akan digiring kepada jalan hidupnya masing-masing. Ada yang ikhlas menerima, ada yang memberontakinya.
Lelaki itu dulu kutemui di bangsal sebuah gedung teater. Saat itu ada latihan drama. Saat itu aku baru lulus sarjana akuntansi. Meskipun aku suka hitung-menghitung, aku juga suka nonton drama. Bahkan latihan sebelum main, kutonton juga. Itu seperti kita kalau makan kue Hari Raya yang akan dipanaskan dalam van. Rasanya sudah enak, dan memang sudah bisa dinikmati. Dalam kisah drama yang kutonton, ada bagian peristiwa yang menampilkan sisi kehidupan seorang paranormal. Dikisahkan, paranormal pamit pada istrinya untuk bertapa di sebuah lereng gunung di selatan kota. Tapi pertapanya gagal karena tergoda seorang wanita. Sang pertapa kemudian kembali lagi menjadi orang biasa. Entah dari mana Sapto tahu ada latihan drama di Gedung Pemuda pusat kota itu. Sapto sendiri hanya tamat SMA. Ia memilih belajar sendiri dari hal-hal yang dia sukai, dan sangat antusias dengan astronomi, astrologi, serta ekonomi makro. Selain itu, ia menggandrungi puisi dan pijat refleksi. Mungkin background inilah yang mendorongnya datang ke Gedung Pemuda.
Waktu itu, entah bagaimana, aku dan Sapto terlibat diskusi perihal paranormal yang tergoda tadi. Dari diskusi itulah, perkenalan berlanjut. Sapto ternyata orang yang sangat menyayangi tubuhnya. Setelah pernikahan, ia pelit berhubungan seks. Alasannya, tubuh adalah kuil Tuhan, rumah ruh berdomisili. Dan jika ruh menempati sebuah tubuh, itu merupakan perjuangan yang sangat berat, sungguh berat. Sang ruh harus bernego dulu dengan para malaikat pengurus kelahiran. Karena begitu banyak ruh yang ingin atau harus lahir di bumi, maka negosiasi sungguh alot. Dihitung dulu talenta, kemungkinan-kemungkinan prestasi, fleksibilitas dengan cuaca tempat tubuh dilahirkan, atau komplikasi-komplikasi yang mungkin muncul dengan keluarga inti, keluarga besar, suku, dan masyarakat luas. Melihat kesulitan negosiasi, dan kecermatan seleksi di dunia sana, Sapto sangat bersyukur telah bisa lahir ke bumi. Karena itu, sekali lagi, Sapto sangat menghormati tubuh. Tubuh tak boleh semena-mena dikorbankan demi sensasi seks yang tak kunjung habis.
Hernowo? Ya, dialah itu, Hernowo. Lelaki itu adalah suami keduaku. Aku bertemu dengannya, lagi-lagi, ketika ada acara latihan drama. Waktu itu pagi nan dingin, di pinggirian kota, sebuah kelompok teater sedang berlatih pernapasan. Aku diajak seorang teman, aku ikut namun sekadar menonton; sambil baca-baca koran pagi, kudengar mereka teriak-teriak. Mereka disadarkan oleh Hernowo: baik ketika udara masuk atau keluar, yang bergerak hanyalah Tuhan. Dengan sugesti itu, mereka tak hanya diingatkan oleh pentingnya udara, namun juga oleh pentingnya "Tuhan".
Hernowo adalah seorang suami yang nafsu seksnya kuat. Mungkin dampak dari latihan pernapasan digabung dengan bawaan dari sono-nya. Tak seperti Sapto yang kikir seks, Hernowo boros. Sehingga sering aku dibikin kewalahan.
"Hesti, kecerdasanku adalah maksimal. Namun tampaknya aku kewalahan meladenimu diskusi. Semangat hidupku terlalu besar, sayang kurang diimbangi daya intelektual." Demikian pengakuan Hernowo suatu malam, setelah melakukan hubungan suami istri entah yang ke berapa ribu kali.
"Tapi kau pelaku yang baik, man of action. Kamu mampu menghimpun orang-orang, menggerakkan mereka, meski gerakan mereka di atas panggung. Aku lega dipertemukan Tuhan bersuamikan dirimu." Demikian hiburku pada malam yang lain sambil melap-lap tubuhnya yang penuh keringat. Kusuapi dia dengan STMJ khas diriku seperti yang diminatinya.
Sebenarnya aku sudah mulai bisa tinggal di dalam hatinya. Dia juga sangat kerasan hidup di hatiku. Tapi sayang seribu sayang, melalui cerita seorang teman, dan juga aku pernah tahu sendiri, Hernowo masih punya waktu berpacaran dengan salah satu anak buah teaternya. Kerinduanku pada keindahan romantisme perkawinan pupus sudah. Mungkin karena dia menganggapku janda yang kesetiaannya sudah terkoyak.
"Sudahlah, sudah. Kau bisa bayangkan sendiri, di sudut kamarmu yang remang-remang, bahwa akhirnya aku bercerai dengan Hernowo. Hernowo itu terlalu alamiah. Termasuk dalam hal bercinta. Tak apalah. Biarlah semua mengalir, Pantha Rei. Aku mengalir. Sapto mengalir. Hernowo juga mengalir."
Kembali mataku menangkap kepak kupu-kupu kuning itu dengan kesepianku yang lengkap. Aku tak mau lagi jadi ulat. Aku ingin jadi kupu-kupu. Ulat merayap dari daun ke daun. Kupu-kupu itu terbang dari bunga ke bunga, taman ke taman. Aku ingin terbang. Dan ini yang penting, aku tak ingin memakai dua sayap yang di situ ada Sapto dan Hernowo. Dulu aku terbang dengan sayap Ibu dan Bapakku. Kemudian aku terbang dengan sayap Sapto dan Hernowo. Aku ingin menciptakan sayap sendiri, sayap khas Hesti. Mungkin bahan bakunya dari Ibu, Bapak, Sapto, dan Hernowo, atau yang lain.
Dalam kesepianku, kini, aku menekuri diriku yang sibuk merajut sayap. Tak apa, mumpung angkasa masih menyediakanku ruang. Diriku belum sama sekali hampa. Lingkunganku masih tertawa dan terbuka. Kotaku, meski tetap angkuh, toh masih mau menyapa.
Kulihat diriku menekuri diriku. Di sela-sela berbagai daunan berembun, bagai peri, aku mulai melesat dari daun ke daun. Dan kulihat dari pohon ke pohon. Sedang di atas angkasa membuka mulutnya yang tak bertepi, dibanjiri sinar mentari.
Nyeker di Cerpen
Pagi Bening Seekor Kupu-Kupu
Posted by Annisa Mustar at 5:26 PM1.
AKU terbang menikmati harum cahaya pagi yang bening keemasan bagai diluluri madu, dan terasa lembut di sayap-sayapku. Sungguh pagi penuh anugerah buat kupu-kupu macam aku. Kehangatan membuat bunga-bunga bermekaran dengan segala kejelitaannya, dan aku pun melayang-layang dengan tenang di atasnya.
Sesaat aku menyaksikan bocah-bocah manis yang berbaris memasuki taman, dengan topi dan pita cerah menghiasi kepala mereka. Aku terbang ke arah bocah-bocah itu. Begitu melihatku, mereka segera bernyanyi sembari meloncat-loncat melambai ke arahku, "Kupu-kupu yang lucuuu, kemana engkau pergiii, hilir mudik mencariii…"
Aku selalu gembira setiap kali bocah-bocah itu muncul. Biasanya seminggu sekali mereka datang ke taman ini, diantar ibu guru yang penuh senyuman mengawasi dan menemani bocah-bocah itu bermain dan belajar. Berada di alam terbuka membuat bocah-bocah itu menemukan kembali keriangan dan kegembiraannya. Taman penuh bunga memang terasa menyenangkan, melebihi ruang kelas yang dipenuhi bermacam mainan. Sebuah taman yang indah selalu membuat seorang bocah menemukan keluasan langit cerah. Ah, tahukah, betapa aku sering berkhayal bisa terbang mengarungi langit jernih dalam mata bocah-bocah itu? Siapa pun yang menyaksikan pastilah akan terpesona: seekor kupu-kupu bersayap jelita terbang melayang-layang dalam bening hening mata seorang bocah…
Aku pingin menjadi seperti bocah-bocah itu! Menjadi seorang bocah pastilah jauh lebih menyenangkan ketimbang terus-menerus menjadi seekor kupu-kupu. Alangkah bahagianya bila aku bisa menjadi seorang bocah lucu yang matanya penuh kupu-kupu. Terus kupandangi bocah-bocah itu. Alangkah riangnya. Alangkah gembiranya. Uupp, tapi kenapa dengan bocah yang satu itu?! Kulihat bocah itu bersandar menyembunyikan tubuhnya di sebalik pohon. Dia seperti tengah mengawasi bocah-bocah yang tengah bernyanyi bergandengan tangan membentuk lingkaran di tengah taman itu…
Seketika aku waswas dan curiga: jangan-jangan bocah itu bermaksud jahat --dia seperti anak-anak nakal yang suka datang ke taman ini merusak bunga dan memburu kupu-kupu sepertiku. Tapi tidak, mata bocah itu tak terlihat jahat. Sepasang matanya yang besar mengingatkanku pada mata belalang yang kesepian. Dia kucel dan kumuh, meringkuk di balik pohon seperti cacing yang menyembunyikan sebagian tubuhnya dalam tanah, tak ingin dipergoki. Mau apa bocah itu? Segera aku terbang mendekati…
Aku bisa lebih jelas melihat wajahnya yang muram kecoklatan, mirip kulit kayu yang kepanasan kena terik matahari. Dia melirik ke arahku yang terbang berkitaran di dekatnya. Memandangiku sebentar, kemudian kembali mengawasi bocah-bocah di tengah taman yang tengah main kejar-kejaran sebagai kucing dan tikus. Aku lihat matanya perlahan-lahan sebak airmata, seperti embun yang mengambang di ceruk kelopak bunga. Aku terbang merendah mendekati wajahnya, merasakan kesedihan yang coba disembunyikannya. Dia menatapku begitu lama, hingga aku bisa melihat bayanganku berkepakan pelan, memantul dalam bola matanya yang berkaca-kaca…
Terus-menerus dia diam memandangiku.
2.
HERAN nih. Dari tadi kupu-kupu itu terus terbang mengitariku. Kayaknya dia ngeliatin aku. Apa dia ngerti kalau aku lagi sedih? Mestinya aku nggak perlu nangis gini. Malu. Tapi nggak papalah. Nggak ada yang ngeliat. Cuman kupu-kupu itu. Ngapain pula mesti malu ama kupu-kupu?! Dia kan nggak ngerti kalau aku lagi sedih. Aku pingin sekolah. Pingin bermain kayak bocah-bocah itu. Gimana ya rasanya kalau aku bisa kayak mereka?
Pasti seneng. Nggak perlu ngamen. Nggak perlu kepanasan. Nggak perlu kerja di pabrik kalau malem, ngepakin kardus. Nggak pernah digebukin bapak. Kalau ajah ibu nggak mati, dan bapak nggak terus-terusan mabuk, pasti aku bisa sekolah. Pasti aku kayak bocah-bocah itu. Nyanyi. Kejar-kejaran. Nggak perlu takut ketabrak mobil kayak Joned. Hiii, kepalanya remuk, kelindes truk waktu lari rebutan ngamen di perempatan.
Aku senang tiduran di sini. Sembunyi-sembunyi. Nggak boleh keliatan, entar diusir petugas penjaga kebersihan taman. Orang kayak aku emang nggak boleh masuk taman ini. Bikin kotor --karena suka tiduran, kencing dan berak di bangku taman. Makanya, banyak tulisan dipasang di pagar taman: Pemulung dan Gelandangan Dilarang Masuk. Makanya aku ngumpet gini. Ngeliatin bocah-bocah itu, sekalian berteduh bentar.
Kalau ajah aku bebas main di sini. Wah, seneng banget dong! Aku bisa lari kenceng sepuasnya. Loncat-loncat ngejar kupu-kupu. Nggak, nggak! Aku nggak mau nangkepin kupu-kupu. Aku cuman mau main kejar-kejaran ama kupu-kupu. Soalnya aku paling seneng kupu-kupu. Aku sering mengkhayal aku jadi kupu-kupu. Pasti asyik banget. Punya sayap yang indah. Terbang ke sana ke mari. Sering aku bikin kupu-kupu mainan dari plastik sisa bungkus permen yang warna-warni. Aku gunting, terus aku pasang pakai lem. Kadang cuman aku ikat pakai benang aja bagian tengahnya. Persis sayap kupu beneran! Kalau pas ada angin kenceng, aku lemparin ke atas. Wuuss… Kupu-kupuan plastik itu terbang puter-puter kebawa angin. Kalau jumlahnya banyak, pasti tambah seru. Aku kayak ngeliat banyak banget kupu-kupu yang beterbangan…
Ih, aneh juga kupu-kupu ini! Dari tadi terus muterin aku. Apa dia ngerti ya, kalau aku suka kupu-kupu? Apa dia juga tau kalau aku sering ngebayangin jadi kupu-kupu? Apa kupu-kupu juga bisa nangis gini kayak aku? Bagus juga tuh kupu. Sayapnya hijau kekuning-kuningan. Ada garis item melengkung di tengahnya. Kalau saja aku punya sayap seindah kupu-kupu itu, pasti aku bisa terbang nyusul ibu di surga. Ibu pasti seneng ngelus-elus sayapku…
Aku terus ngeliatin kupu-kupu itu. Apa dia ngerti yang aku pikirin ya?
3.
BERKALI-KALI, kupu-kupu dan si bocah bertemu di taman itu.
Kupu-kupu itu pun akhirnya makin tahu kebiasaan si bocah, yang suka sembunyi di sebalik pohon. Sementara bocah itu pun jadi hapal dengan kupu-kupu yang suka mendekatinya dan terus-menerus terbang berkitaran di dekatnya. Kupu-kupu itu seperti menemukan serimbun bunga perdu liar di tengah bunga-bunga yang terawat dan ditata rapi, membuatnya tergoda untuk selalu mendekati. Kadang kupu-kupu itu hinggap di kaki atau lengan bocah itu. Bahkan sesekali pernah menclok di ujung hidungnya. Hingga bocah itu tertawa, seakan bisa merasa kalau kupu-kupu itu tengah mengajaknya bercanda.
Kupu-kupu dan bocah itu sering terlihat bermain bersama, dan kerap terlihat bercakap-cakap. Dan apabila tak ada penjaga taman (biasanya selepas tengah hari saat para penjaga taman itu selesai makan siang lalu dilanjutkan tiduran santai sembari menikmati rokok) maka kupu-kupu itu pun mengajak si bocah kejar-kejaran ke tengah taman.
"Ayolah, kejar aku! Jangan loyo begitu…," teriak kupu-kupu sembari terus terbang ke arah tengah taman.
Dan si bocah pun berlarian tertawa-tawa mengejar kupu-kupu itu.
"Kamu curang! Kamu curang! Bagaimana aku bisa mengejarmu kalau kamu terus terbang?! Kamu curang! Tungguuu kupu-kupuuu… Tungguuuu…"
Kupu-kupu itu terus terbang meliuk-liuk riang. Lalu kupu-kupu itu hinggap di setangkai pohon melati. Kupu-kupu itu menunggu si bocah yang berlarian mendekatinya dengan napas tersengal-sengal.
"Coba kalau aku juga punya sayap, pasti aku bisa mengejarmu…," bocah itu berkata sambil memandangi si kupu-kupu.
"Apakah kamu yakin, kalau kamu punya sayap kamu pasti bisa menangkapku?"
"Pasti! Pasti!"
Kupu-kupu itu tertawa --dan hanya bocah itu yang bisa mendengar tawanya.
"Benarkah kamu ingin punya sayap sepertiku?" tanya kupu-kupu.
"Iya dong! Pasti senang bisa terbang kayak kamu. Asal tau ajah, aku tuh sebenernya sering berkhayal bisa berubah jadi kupu-kupu…" Lalu bocah itu pun bercerita soal mimpi-mimpi dan keinginannya. Kupu-kupu itu mendengarkan dengan perasaan diluapi kesyahduan, karena tiba-tiba ia juga teringat pada impian yang selama ini diam-diam dipendamnya: betapa inginnya ia suatu hari menjelma menjadi manusia…
"Benarkah kamu sering membayangkan dirimu berubah jadi kupu-kupu? Apa kamu kira enak jadi kupu-kupu seperti aku?"
"Pasti enak jadi kupu-kupu seperti kamu…"
"Padahal aku sering membayangkan sebaliknya, betapa enaknya jadi bocah seperti kamu…"
"Enakan juga jadi kamu!" tegas bocah itu.
"Lebih enak jadi kamu!" jawab kupu-kupu.
"Lebih enak jadi kupu-kupu!"
"Lebih enak jadi bocah sepertimu!"
Setiap kali bertemu, setiap kali berbicara soal itu, kupu-kupu dan bocah itu semakin saling memahami apa yang selama ini mereka inginkan. Bocah itu ingin berubah jadi kupu-kupu. Dan kupu-kupu itu ingin menjelma jadi si bocah.
"Kenapa kita tak saling tukar saja kalau begitu?" kata kupu-kupu.
"Saling tukar gimana?"
"Aku jadi kamu, dan kamu jadi aku."
"Apa bisa? Gimana dong caranya?"
"Ya saling tukar saja gitu…"
"Kayak saling tukar baju?" Bocah itu ingat kalau ia sering saling tukar baju dengan temen-temen ngamennya, biar kelihatan punya banyak baju. "Iya, gitu?"
"Hmm, mungkin seperti itu..."
Keduanya saling pandang. Ah, pasti akan menyenangkan kalau semua itu terjadi. Aku akan berubah jadi kupu-kupu, batin bocah itu. Aku akan bahagia sekali kalau aku memang bisa menjelma manusia, desah kupu-kupu itu dengan berdebar hingga sayap-sayapnya bergetaran.
"Bagaimana?" kupu-kupu itu bertanya.
"Bagaimana apa?"
"Jadi nggak kita saling tukar? Sebentar juga nggak apa-apa. Yang penting kamu bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi kupu-kupu. Dan aku bisa merasakan bagaimana kalau jadi bocah seperti kamu. Setelah itu kita bisa kembali lagi jadi diri kita sendiri. Aku kembali jadi kupu-kupu lagi. Dan kamu kembali lagi jadi dirimu. Gimana?"
Si bocah merasa gembira dengan usul kupu-kupu itu. Gagasan yang menakjubkan, teriaknya girang. Lalu ia pun mencopot tubuhnya, agar kupu-kupu itu bisa merasuk ke dalam tubuhnya. Dan kupu-kupu itu pun segera melepaskan diri dari tubuhnya, kemudian menyuruh bocah itu masuk ke dalam tubuhnya. Begitulah, keduanya saling berganti tubuh. Bocah itu begitu senang mendapati dirinya telah berwujud kupu-kupu. Sedangkan kupu-kupu itu merasakan dirinya telah bermetamorfosa menjadi manusia.
4.
WAH enak juga ya jadi kupu-kupu! Bener-bener luar biasa. Lihat, sinar matahari jadi kelihatan berlapis-lapis warna-warni lembut tipis, persis kue lapis. Aku juga ngeliat cahaya itu jadi benang-benang keemasan, berjuntaian di sela-sela dedaunan. Aku jadi ingat benang gelasan yang direntangkan dari satu pohon ke pohon yang lain, setiap kali musim layangan. Aku lihat daun-daun jadi tambah menyala tertimpa cahaya. Semuanya jadi nampak lebih menyenangkan. Dengan riang aku melonjak-lonjak terbang. Terlalu girang sih aku. Jadi terbangku masih oleng dan nyaris nubruk ranting pohon.
"Hati-hati!"
Kudengar teriakan, dan kulihat kupu-kupu yang kini telah merasuk ke dalam tubuh bocahku. Dia kelihatan panik memandangi aku yang terbang jumpalitan. Aku bener-bener gembira. Tak pernah aku segembira ini. Emang nyenengin kok jadi kupu-kupu.
Aku terus terbang dengan riang…
5.
TUBUHKU perlahan-lahan berubah, dan mulai bergetaran keluar selongsong kepompong. Kemudian kudengar gema bermacam suara yang samar-samar, seakan-akan menghantarkan kepadaku cahaya pertama kehidupan yang berkilauan. Dan aku pun seketika terpesona melihat dunia untuk pertama kalinya, terpesona oleh keelokan tubuhku yang telah berubah. Itulah yang dulu aku rasakan, ketika aku berubah dari seekor ulat menjadi kupu-kupu. Dan kini aku merasakan keterpesonaan yang sama, ketika aku mendapati diriku sudah menjelma seorang bocah. Bahkan, saat ini, aku merasakan kebahagiaan yang lebih meruah dan bergairah.
Aku pernah mengalami bagaimana rasanya bermetamorfosa, karena itu aku bisa menahan diri untuk lebih menghayati setiap denyut setiap degup yang menandai perubahan tubuhku. Aku merasakan ada suara yang begitu riang mengalir dalam aliran darahku, seperti berasal dari jiwaku yang penuh tawa kanak-kanak. Aku ingin melonjak terbang karena begitu gembira. Tapi tubuhku terasa berat, dan aku ingat: aku kini tak lagi punya sayap.
Lalu kulihat bocah itu, yang telah berubah menjadi kupu-kupu, terbang begitu riang hingga nyaris menabrak ranting pepohonan. Aku berteriak mengingatkan, tetapi bocah itu nampaknya terlalu girang dalam tubuh barunya. Dia pasti begitu bahagia, sebagaimana kini aku berbahagia.
Kusaksikan bocah itu terbang riang mengitari taman, kemudian hilang dari pandangan. Aku pun segera melenggang sembari bersiul-siul. Tapi aku langsung kaget ketika seorang penjaga taman menghardikku, "Hai!! Keluar kamu bangsat cilik!" Kulihat penjaga taman itu mengacungkan pemukul kayu ke arahku. Segera aku kabur keluar taman.
6.
KETIKA bocah yang telah berubah menjadi kupu-kupu itu terbang melintasi etalase pertokoan, ia bisa melihat bayangan tubuhnya bagai mengambang di kaca, dan ia memuji penampilannya yang penuh warna. Sayapnya hijau kekuning-kuningan dengan garis hitam melengkung di bagian tengahnya. Rasanya seperti pangeran kecil berjubah indah.
Tapi segera ia menjadi gugup di tengah lalu lalang orang-orang yang bergegas. Bising lalu lintas membuatnya cemas. Puluhan sepeda motor dan mobil-mobil mendengung-dengung mirip serangga-serangga raksasa yang siap melahapnya. Ia gemetar, tak berani menyeberang jalan. Dari kejauhan ia melihat truk yang menderu bagai burung pelatuk yang siap mematuk. Tiba-tiba ia menyadari, betapa mengerikannya kota ini buat seekor kupu-kupu sekecil dirinya. Sungguh, kota ini dibangun bukan untuk kupu-kupu sepertiku. Ia merasakan dirinya begitu rapuh di tengah kota yang semerawut dan bergemuruh. Gedung-gedung jadi terlihat lebih besar dan begitu menjulang dalam pandangannya. Tiang-tiang dan bentangan kawat-kawat tampak seperti perangkap yang siap menjerat dirinya. Semua itu benar-benar tak pernah terbayangkan olehnya. Ketika ia sampai dekat stasiun kereta, ia menyaksikan trem-trem yang berkelonengan bagaikan sekawanan ular naga dengan mahkota berlonceng terpasang di atas kepala mereka. Sekawanan ular naga yang menjadi kian mengerikan ketika malam tiba. Ia menyaksikan orang-orang yang keluar masuk perut naga itu, seperti mangsa yang dihisap dan dikeluarkan dari dalam perutnya…
Ia begitu gemetar menyaksikan itu semua, dan buru-buru ingin pergi. Ia ingin kembali ke taman itu. Ia ingin segera kembali menjadi seorang bocah.
7.
SEMENTARA itu, kupu-kupu yang telah berubah jadi bocah seharian berjalan-jalan keliling kota. Lari-lari kecil keluar masuk gang. Main sepak bola. Bergelantungan naik angkot. Kejar-kejaran di atas atap kereta yang melaju membelah kota. Rame-rame makan bakso. Ia begitu senang karena bisa melakukan banyak hal yang tak pernah ia lakukan ketika dirinya masih berupa seekor kupu-kupu.
Tengah malam ia pulang dengan perasaan riang, sembari membayangkan rumah yang bersih dan tenang. Hmm, akhirnya aku bisa merasakan bagaimana enaknya tidur dalam sebuah rumah. Selama ini ia hanya tidur di bawah naungan daun, kedinginan didera angin malam. Rasanya ia ingin segera menghirup semua ketenangan yang dibayangkannya.
Tapi begitu ia masuk rumah, langsung ada yang membentak, "Dari mana saja kamu!" Ia lihat seorang laki-laki yang menatap nanar ke arahnya. Ia langsung mengkerut. Ia tak pernah membayangkan akan menghadapi suasana seperti ini.
"Brengsek! Ditanya diam saja," laki-laki itu kembali membentak, mulutnya sengak bau tuak. Inikah ayah bocah itu? Ia ingat, bocah itu pernah bercerita tentang bapaknya yang seharian terus mabuk dan suka memukulinya. Ia merasakan ketakutan yang luar biasa ketika laki-laki itu mencekik lehernya. "Uang!" bentak laki-laki itu, "Mana uangnya?! Brengsek! Berapa kali aku bilang, kamu jangan pulang kalau nggak bawa uang!"
Ia meronta berusaha melepaskan diri, membuat laki-laki itu bertambah marah dan kalap. Ia rasakan tamparan keras berkali-kali. Ia rasakan perih di kulit kepalanya ketika rambutnya ditarik dan dijambak, lantas kepalanya dibentur-benturkan ke dinding. Ia merasakan cairan kental panas meleleh keluar dari liang telinganya. Kemudian perlahan-lahan ia merasakan ada kegelapan melilit tubuhnya, seakan-akan membungkus dirinya sebagai kepompong. Ia rasakan sakit yang bertubi-tubi menyodok ulu hati. Membuatnya muntah. Saat itulah bayangan bocah itu melintas, dan ia merasa begitu marah. Kenapa dia tak pernah cerita kalau bapaknya suka menghajar begini? Ia megap-megap gelagapan ketika kepalanya berulang-ulang dibenamkan ke bak mandi…
8.
UDAH hampir seharian aku nunggu. Kok dia belum muncul juga ya? Aku mulai bosen jadi kupu-kupu begini. Cuma terbang berputar-putar di taman. Habis, aku takut terbang jauh sampai ke jalan raya kayak kemarin sih! Takut ketubruk, dan sayap-sayapku remuk. Padahal sebelum jadi kupu-kupu, aku paling berani nerobos jalan. Aku juga bisa berenang, dan menyelam sampai dasar sungai ngerukin pasir. Sekarang, aku cuman terbang, terus-terusan terbang. Nyenengin sih bisa terbang, tapi lama-lama bosen juga. Apalagi kalau cuman berputar-putar di taman ini.
Cukup deh aku ngrasain jadi kupu-kupu gini. Banyak susahnya. Apa karna aku nggak terbiasa jadi kupu-kupu ya? Semaleman ajah aku kedinginan. Tidur di ranting yang terus goyang-goyang kena angin, kayak ada gempa bumi ajah. Aku ngeri ngeliat kelelawar nyambar-nyambar. Ngeri, karena aku ngerasa enggak bisa membela diri. Waktu jadi bocah aku berani berkelahi kalau ada yang ngancem atau ganggu aku. Sekarang, sebagai kupu-kupu, aku jadi ngerasa gampang kalahan. Nggak bisa jadi jagoan! Karna itu aku ingin cepet-cepet berhenti jadi kupu-kupu...
Nggak bisa deh kalau hanya nunggu-nunggu begini. Gelisah tau! Kan kemarin dia janji, hanya mau tukar sebentar. Apa dia keenakan jadi aku, ya? Jangan-jangan dia lagi rame-rame ngelem ama kawan-kawannku. Atau dia lagi didamprat ayah? Ah, moga-moga ajah tidak. Tapi ngapain sampai gini hari belum datang juga? Terus terang aku udah cemas. Aku mesti ketemu dia. Aku nggak mau terus-terusan jadi kupu-kupu gini.
Baiklah, daripada cemas gini, mendingan aku nyusul dia. Apa dia pulang ke rumahku ya? Aku mesti nyari dia, ah!
9.
IA mendapati kemurungan di sekitar rumahnya. Bocah yang telah menjadi kupu-kupu itu bisa merasakan indera kupu-kupunya menangkap kelebat firasat, sebagaimana indera serangga bila merasakan bahaya. Ia mencium bau kematian, bagaikan bau nektar yang menguar. Dan ia bergegas terbang masuk rumah. Ia tercekat mendapati tubuh bocah itu terbujur di ruang tamu. Memar lebam membiru, mengingatkannya pada rona bunga bakung layu. Apa yang terjadi? Alangkah menyedihkan melihat jazad sendiri. Segalanya terasa mengendap pelan, namun menenggelamkan. Ia terbang berkelebat mendekati para tetangganya yang duduk-duduk bercakap-cakap pelan. Kemudian ia mencoba mengajak para tetangga itu bercakap-cakap dengan isyarat kepakan sayapnya. Tapi tak ada yang memahami isyaratnya. Tentu saja mereka tak tahu bagaimana caranya berbicara pada seekor kupu-kupu sepertiku! Dan ia merasa kian ditangkup sunyi, terbang berputar-putar di atas jazadnya. Ia merasakan duka itu, melepuh dalam mata yang terkatup. Sepasang kelopak mata yang membiru itu terlihat seperti sepasang sayap kupu-kupu yang melepuh rapuh. Ia terbang merendah, dan mencium kening jazad itu. Saat itulah ia mendengar percakapan beberapa pelayat.
"Lihat kupu-kupu itu…"
"Aneh, baru kali ini aku melihat kupu-kupu hinggap di kening orang mati."
"Kupu-kupu itu seperti menciumnya…"
"Mungkin kupu-kupu itu tengah bercakap-cakap dengan roh yang barusan keluar dari tubuh bocah itu."
Bocah yang telah berubah menjadi kupu-kupu itu kemudian terbang keluar ruangan, dan orang-orang yang melihatnya seperti menyaksikan roh yang tengah terbang keluar rumah. Tapi ke mana roh kupu-kupu itu? Ia tak tahu ke mana roh kupu-kupu itu pergi. Apa sudah langsung terbang membumbung ke langit sana? Apakah kalau kupu-kupu mati juga masuk surga?
Di surga, aku harap roh kupu-kupu itu bertemu ibuku. Aku ingin dia bercerita pada ibuku, bagaimana kini aku telah menjadi seekor kupu-kupu yang terus-menerus dirundung rindu. Semua kejadian berlangsung bagaikan bayang-bayang yang dengan gampang memudar namun terus-menerus membuatku gemetar.
Bunga-bunga mekar dan layu, sementara aku masih saja selalu merasa perih setiap mengingat kematian kupu-kupu yang menjelma jadi diriku itu. Kuharap bapak membusuk di penjara. Aku terbang, terus terbang, berusaha meneduhkan kerisauanku. Aku ingin terbang menyelusup ke mimpi setiap orang, agar mereka bisa mengerti kerinduan seorang bocah yang berubah menjadi kupu-kupu. Dapatkah engkau merasakan kesepian seorang bocah yang berubah menjadi kupu-kupu seperti aku?
Aku terbang mencari taman yang dapat menentramkanku. Aku terbang mengitari taman-taman rumah yang menarik perhatianku. Aku suka bertandang ke rumah-rumah yang penuh keriangan kanak-kanak. Keriangan seperti itu selalu mengingatkan pada seluruh kisah dan mimpi-mimpiku. Aku suka melihat anak-anak itu tertawa. Aku suka terbang berkitaran di dekat jendela kamar tidur mereka.
Seperti pagi ini. Dari jendela yang hordennya separuh terbuka, aku menyaksikan bocah perempuan yang masih tertidur pulas. Kamar itu terang, dan cahaya pagi membuatnya terasa lebih tenang. Sudah sejak beberapa hari lalu aku memperhatikan bocah perempuan itu. Dari luar jendela, dia terlihat seperti peri cilik cantik yang terkurung dalam kotak kaca. Aku terbang menabrak-nabrak kaca jendelanya. Aku ingin masuk ke dalam kamar bocah perempuan itu. Betapa aku ingin menyelusup ke dalam mimpinya…
10.
HANGAT pagi mulai terasa menguap di horden jendela yang setengah terbuka, tetapi kamar berpendingin udara itu tetap terasa sejuk. Bocah perempuan itu masih meringkuk dalam selimut. Sebentar ia menggeliat, dan teringat kalau hari ini Mamanya akan mengajak jalan-jalan. Karena itu, meski masih malas, bocah perempuan itu segera bangun, dan ia terpesona menatap cahaya bening matahari di jendela. Seperti sepotong roti panggang yang masih panas diolesi mentega, cahaya matahari itu bagaikan meleleh di atas karpet kamarnya. Cuping hidung bocah itu kembang-kempis, seakan ingin menghirup aroma pagi yang harum dan hangat.
Di luar jendela, dilihatnya seekor kupu-kupu tengah terbang menabrak-nabrak kaca jendela, seperti ingin masuk ke dalam kamarnya. Segera ia mendekati jendela. Ia pandangi kupu-kupu itu. Sayapnya, hijau kekuning-kuningan, bergaris hitam melengkung di tengah-tengahnya. Seperti kupu-kupu dalam mimpiku semalam, gumam bocah perempuan itu. Lalu ia ingat mimpinya semalam: ia bertemu seorang bocah yang telah menjelma kupu-kupu. Terus ia pandangi kupu-kupu itu. Kayaknya kupu-kupu itu yang semalam muncul dalam mimpiku? Jangan-jangan itu memang kupu-kupu yang semalam meloncat keluar mimpiku? Bocah perempuan itu ingin membuka jendela. Tapi jendela itu penuh teralis besi. Lagi pula daun jendelanya dikunci mati, karena orang tuanya takut pencuri. Bocah perempuan itu hanya bisa memandangi kupu-kupu yang terus terbang menabrak-nabrak kaca jendela…
Pintu kamar terbuka, muncul Mamanya yang langsung terkejut mendapati anaknya tengah berdiri gelisah memandangi jendela. "Kenapa?" tanya Mama sambil memeluk putrinya dari belakang, berharap pelukannya akan membuat putrinya tenang.
"Kasihan kupu-kupu itu, Mama…"
"Kenapa kupu-kupu itu?"
"Aku ingin kenal kupu-kupu itu."
"Kamu ingin tahu kupu-kupu? Kamu suka kupu-kupu?"
Bocah perempuan itu mengangguk.
"Kalau gitu cepet mandi, ya. Biar kita bisa cepet jalan-jalan. Nanti habis Mama ke salon kita mampir ke toko buku, beli buku tentang kupu-kupu. Kamu boleh pilih sebanyak-banyaknya… Atau kamu pingin ke McDonald dulu?"
Bocah perempuan itu menatap ibunya. Ia ingin mengatakan sesuatu. Ingin bercerita soal mimpinya semalam. Ingin mengatakan kenapa ia suka pada kupu-kupu di luar itu. Ia ingin menceritakan apa yang dirasakannya, tapi tak tahu bagaimana cara mengatakan pada Mamanya.
Setelah lama terdiam, baru bocah itu berkata, "Gimana ya, Ma… kalau suatu hari nanti aku menjadi kupu-kupu?"
Mamanya hanya tersenyum. Sementara kupu-kupu di luar jendela itu terus-menerus terbang menabrak-nabrak jendela, seperti bersikeras hendak masuk dan ingin menjawab pertanyaan bocah perempuan itu.
11.
PERNAHKAH suatu pagi engkau menyaksikan seekor kupu-kupu bertandang ke rumahmu? Saat itu engkau barangkali tengah sarapan pagi. Engkau tersenyum ke arah anakmu yang berwajah cerah, seakan-akan masih ada sisa mimpi indah yang membuat pipi anakmu merona merah. Engkau segera bangkit ketika mendengar anakmu berteriak renyah, "Papa, lihat ada kupu-kupu!"
Dan engkau melihat kupu-kupu bersayap hijau kekuning-kuningan dengan garis hitam melengkung di bagian tengahnya sedang terbang berputar-putar gelisah di depan pintu rumahmu. Kupu-kupu itu terlihat ragu-ragu ingin masuk ke rumahmu. Apakah yang melintas dalam benakmu, ketika engkau melihat kupu-kupu itu?
Kuharap, pada saat-saat seperti itu, engkau terkenang akan aku: seorang bocah yang telah berubah menjadi seekor kupu-kupu…
Nyeker di Cerpen
Subscribe to:
Postingan (Atom)




Cha...
Cha...
Cha...
Cha...

Cha...
Cha...
Cha..
Cha..
Meloond
Meloond